Ketua DPP Gawaris Imbau Pengelola Media Selektif Terima Wartawan


Gempur86-Garut-
Ketua DPP Gawaris (Gabungan Wartawan Indonesia) Asep Suherman SH, mengajak dan menghimbau kepada seluruh pihak, baik pengelola media dan organisasi pers untuk bersama- sama menjaga marwah pers.

Menurut Asep, profesi jurnalis atau wartawan jangan sampai dinodai dan diberikan kepada orang-orang yang tidak memiliki keahlian dan tanggung jawab. Maka pengelola media harus lebih selektif saat rekrutmen atau menerima pendaftaran wartawan.

"Rekrutlah calon calon jurnalis yang siap menghadapi semua tantangan serta siap untuk membuat berita, itu sangat penting,jangan asal jadi untuk jadi jurnalis yang akhirnya berpotensi dapat merusak marwah jurnalis dan insan pers itu sendiri," ungkap Asep, Senin (3/6/2024).

Banyak temuan dilapangan, tambah Asep, ada yang mengaku jurnalis namun tidak memiliki legalitas yang jelas dan masa berlaku KTA serta surat tugasnya telah kedaluawarsa.

"ada oknum mengatasnamakan dari salah satu media tapi KTA dan surat tugas liputannya habis, dalihnya sedang diperpanjang, mengtasnamakan jurnalis mencari recehan,"imbuh Asep.

Lebih lanjut, Asep mengingatkan bahwa keberadaan mereka yang tidak memiliki legalitas berpotensi dapat kerusakan atau menciderai marwah profesi. 

"Jangan sampai kerusakan tersebut terjadi oleh oknum- oknum yang mengatanamakan jurnalis itu sendiri. Kepada rekan- rekan insan pers dan jurnalis yang betul-betul jurnalis, tolong diwaspadai terhadap para oknum wartawan bodong online (WBO) atau wartawan tanpa surat kabar (WTS)," ungkapnya.

Selain itu, kata Asep, ada oknum yang mengaku dari media online namun saat diminta link beritanya dan dikroscek identitasnya di box redaksi, data identitas kewartawanannya tidak ditemukan.

"Demi menjaga marwah pers lebih baik kedepannya mari kita bersama -sama untuk lebih profesional dalam tugas,serta teliti dalam pengawasan terhadap oknum-oknum dilapangan. Sebaliknya, bagi pihak yang sudah mengikuti segala macamnya pelatihan tentang ilmu jurnalistik, dalam hal ini saya berharap jangan karena merasa sudah ikut pelatihan segala macam baik UKW atau pelatihan jurnalistik menganggap orang lain yang belum ikut UKW itu tidak ada apa- apanya karena yang sudah UKW pun belum tentu lebih pintar dari yang tidak ikut UKW, yang terpenting bisa menjaga amanah aturan sesuai undang-undang pers itu lebih."papar Asep mengakhiri statemennya.

(Red)