Ketua DPW MOI/PW MOI Jabar Tanggapi Beredarnya Berita Terkait Dugaan Pemerasan terhadap Sekolah SMP di Garut


Gempur-Garut-
Ketua DPW MOI (Media Online Indonesia) Jawa Barat, R. Satria Santika mengomentari beredarnya pemberitaan salah satu media online yang berjudul "Diduga Adanya Perlakuan Pemerasan Yang Dilakukan Oleh Oknum Wartawan dan LSM" yang dimuat pada Rabu 21 Oktober 2023.

Menurut Bro Tommy sapaan akrab Ketua DPW MOI ini mengatakan, pengakuan kepala sekolah sebagaimana yang ditulis dalam pemberitaan tersebut diduga merupakan upaya untuk mendiskreditkan profesi wartawan sehingga harus dipertanyakan kembali kebenarannya. 

"Pernyataan kepala sekolah SMP yang mengaku diperas sama wartawan patut dipertanyakan, apakah benar-benar diperas atau hanya mengkambing hitamkan wartawan karena ada kesalahan yang ingin ditutup-tutupi", kata Tommy, Minggu (22/10/23). 

Tommy mengaku tidak mengetahui siapa wartawan berinisial D, B, D, H dan I, tetapi dia berharap profesi wartawan tidak menjadi kambing hitam atas ulah oknum-oknum yang sengaja ingin menutupi kelemahannya.

"Bukan apa-apa, saya kepengen masalahnya jelas dan fair. Ketika wartawan dituduh memeras pasti dibalik itu ada masalah, kepala sekolah pasti punya masalah. Kalau tidak punya masalah kenapa mau diperas, padahal biarkan aja sekalipun diancam naik berita. Saya menduga justru ada masalah di 4 sekolah SMP yang disebutkan sering didatangi wartawan dan LSM itu, sehingga menciptakan kehebohan seolah-olah pihak sekolah yang jadi korban", jelasnya.

Tommy menambahkan, diantara 4 sekolah (SMPN 1 Leuwigoong, SMPN 2 Kadungora, SMPN 3 Banyuresmi, SMPN 1 Leles dan SMPN 2 Bayongbong) ada yang pernah dipanggil audensi oleh DPRD Garut atas permintaan organisasi profesi wartawan. 

"Diantara sekolah SMP itu pernah audien bersama organisasi wartawan di Kantor DPRD masalah pemotongan PIP. Saat itu Dinas Pendidikan juga mengapresiasi malah Sekdis mengucapkan terima kasih pada wartawan", imbuh Tommy.

Lebih lanjut, kata Tommy, pihaknya banyak menerima informasi baik dari wartawan maupun orang tua siswa tentang dugaan adanya praktik kotor di sekolah. 

"Sebenarnya saya juga sering denger keluhan dari orang tua siswa, baik soal pungutan, penjualan LKS dan minimnya transparansi publik terkait PIP dan BOS, termasuk soal PPDB kemarin. Dari rekan-rekan juga banyak yang sharing informasi soal kondisi di sekolah, biar nanti saya kembangkan", Tegasnya


(Red)