Ketua PAC PP Pameungpeuk Menyoal Kurangnya Fasilitas di Pantai Sayangheulang


Gempur86-Garut-
Salah satu tokoh Pemuda Garut Selatan, Elsa Wiganda, MSi.,MCE menyikapi apa yang disampaikan oleh UPTD Pariwisata (Ate) tentang lonjakan peningkatan pengunjung ke tempat wisata Pantai Sayangheulang sekitar 20% sehingga bisa disimpulkan akan memperoleh PAD yang memuaskan. Oleh karena itu, menurut Elsa perlu diperhatikan situasi arah masuk pantai Sayangheulang menjelang malam tampak gelap gulita. 

"Disitu masih terlihat seperti mau masuk goa, gelap sekali karena sedikitnya PJU yang ada dipinggiran jalan. Karena itu tolong diperhatikan jangan sampai retribusinya diambil tapi kenyamanan dan keamanan pengunjungnya tidak diperhatikan", ungkap Elsa.

Selain itu, tambah Elsa, kamera CCTV di portal Sayangheulang sampai saat ini belum bisa digunakan. 

"Enggak dipakai (rusak) jadi mau aman kayak gimana kalau seperti ini", ujarnya.

Elsa juga mengatakan, mengenai CCTV yang tidak berfungsi disinyalir sengaja dibiarkan. 

"Untuk masalah parkir emang karang taruna di libatkan tapi yan anehnya CCTV pas gerbang masuk rusak sampai saat ini tidak ada pemeliharaan, apakah hal tersebut disengaja", imbuh Elsa.

Terpisah, Ketua DPW PW MOI Jawa Barat, R. Satria Santika, turut angkat bicara. Menurut pria yang akrab disapa Bro Tommy ini, bahwa UPTD Pariwisata jangan pura-pura tidak tahu soal tidak berfungsinya CCTV. 

"Harusnya jangan berlaga bego CCTV di gerbang masuk itu tidak berfungsi, kebaradaannya sangat penting untuk keamanan, PAD kan selalu masuk. Kalau tidak tidak jelas, mudah-mudahan segera diaudit", ujar Tommy.

Lebih lanjut, kata Tommy, kalau fasilitas di tempat wisata tidak memadai maka pengelolaan PAD Pariwisata patut dipertanyakan. 

"PJU dan CCTV jelas kemanfaatannya, tapi kenapa seolah dibiarkan, harusnya diprioritaskan demi keamanan dan kenyamanan. Kalau kondisinya seperti itu, masyarakat berhak untuk mempertanyakan, begitupun pihak-pihak berkompeten di lingkungan Pemkab Garut, juga dipandang perlu untuk segera memeriksa atau mengevaluasi pengelolaan PAD dari Pariwisata", tandasnya.


(Tim Liputan)